Semnas 2016 1


IMG_7898Pendidikan IPS Online
– Ratusan kali hari pendidikan nasional dan hari kebangkitan nasional diperingati, tetapi lebih sering hanya bersifat seremoni. Pendidikan kita belum benar-benar bangkit. Bangsa kita pun masih harus berikhtiar lebih keras untuk benar-benar bangkit. Kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, korupsi, kolusi, dan nepotisme masih menggurita di negeri ini. Situasi dan kondisi seperti ini selalu menyisakan pertanyaan: kapan pendidikan nasional kita bangkit? Kapan bangsa Indonesia bangkit?

Sejarah mencatat bahwa tumbuh dan berkembangnya nasionalisme Indonesia seiring sejalan dengan hadirnya kaum terpelajar yang nota bena merupakan putra-putra terbaik bangsa. Mengapa kaum terpelajar? Karena kaum terpelajar adalah figur-figur yang berkemampuan untuk melakukan reaksi nyata terhadap tuntutan keadaan. Nasionalisme Indonesia, telah dikembangkan oleh kaum pemuda (Anderson, 1972) dan kaum terpelajar (Kahin, 1952) sebagai dampak dari tekanan yang diakibatkan oleh regim kolonial. Maka, nasionalisme Indonesia adalah antitesa terhadap kolonialisme Barat, nasionalisme Indonesia adalah antitesa terhadap upaya pemdohohan bangsa, nasionalisme Indonesia adalah antitesa terhadap upaya pemiskinan bangsa, nasionalisme Indonesia adalah antitesa terhadap upaya pelemahan bangsa, apapun bentuknya.

IMG_7906

Kaum pemuda dan kaum terpelajar sebagaimana tersebut di atas tidak kurang sebagai kaum yang sanggup berpikir kritis, satu level kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills), sehingga memungkinkan untuk mensintesiskan faktor-faktor internal yang terjadi di bumi Indonesia dan faktor-faktor eksternal yang terjadi di manca negara. Kejayaan masa lalu bangsa Ingonesia, kolonialisme yang menimbulkan penderitaan berkepanjangan, serta keinginan kuat untuk membangun negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat penuh, merupakan faktor-faktor internal yang tak pernah lepas dari pemikiran. Begitu pula dengan berita-berita luar negeri tentang situasi politik internasional seperti takluknya Rusia di tangan Jepang (1905), berdirinya pemerintahan nasionalis Tiongkok (1911), serta gerakan-gerakan nasionalis di Turki, India, Filipina, dan sebagainya, menjadi sisi lain yang tak terbantahkan. Semuanya seolah bersintesa menjadi lokomotif bagi pergerakan nasional Indonesia menuju kebangkitan nasional Indonesia.

IMG_7915Hari pendidikan nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei dan hari kebangkitan nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, perlu dimaknai sebagai tonggak bagi tumbuh dan berkembangnya kesadaran nasional (national consciousness) menuju negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Jika dicermati, maka terdapat benang merah yang nyata antara pendidikan, kaum pemuda (kaum terpelajar), dan kesadaran nasional menuju kebangkitan nasional. Di dalamnya terdapat nilai-nilai inspiratif dan nilai-nilai edukatif yang patut untuk didiskusikan secara serius.

Mengingat tantangan zaman dan tuntutan keadaan yang berbeda antara dulu dan sekarang, maka perlu dilakukan reinterpretasi dan reaktualisasi dari nilai-nilai kebangkitan nasional melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sehingga dapat dibangun kerangka baru dalam menemukan esensi kebangkitan nasional Indonesia pada saat ini. Berdasarkan pemikiran seperti inilah seminar nasional ini diselenggarakan.


Seminar nasional yang diadakan jurusan pendidikan IPS tahun 2016 diselenggaran pada hari Rabu 11 Mei 2016 di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan mengusung tema: “Reinterpretasi dan Reaktualisasi Makna Kebangkitan Pendidikan Melalui Pendidikan IPS (antara Peluang dan Tantangan)” tidak kurang dari 400 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan yang diadakan oleh jurusan pendidikan IPS tersebut, termasuk diantaranya para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari tenaga pendidik sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi.

IMG_7977Maksud dan tujuan diselenggaraknnya kegiatan seminar nasional ini yaitu untuk: (1) Mengidentifikasi nilai-nilai inspirasi dan nilai-nilai edukasi dari peristiwa sejarah yang terkait dengan pergerakan nasional dan kebangkitan nasional (2) Mereinterpretasi makna kebangkitan nasional terutama jika dikaitkan dengan sistem pendidikan nasional, khususnya pendidikan ilmu pengetahuan sosial (3) Memperbaharui perwujudan (reaktualisasi) dari nilai-nilai kebangkitan nasional dalam penyelenggaraan pendidikan, khususnya penyelenggaraan pendidikan ilmu pengetahuan sosial yang berkualitas.

IMG_8042

Keynote speaker kegiatan Seminar Nasional Jurusan Pendidikan IPS ini disampaikan oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada, MA adapun nara sumber kegiatan seminar nasional tahun 2016 ini disampaikan oleh: (1) Prof. Suyanto, Ph.D. (Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta dan Tim Ahli pada Badan Standar Nasional Pendidikan) (2) Prof. Dr. Dadang Supardan, M.Pd. (Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia Bandung) (3) Dr. Abdul Rozak, M.Si. (Pengajar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta) dan (4) Para pemateri yang dinyatakan lolos dalam seleksi call for papers. (Imam Munandar)

IMG_7955 IMG_7953

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *