PRAKTIKUM IPS 2017

PENDAHULUAN

Jurusan Pendidikan IPS Online – Praktek Lapangan adalah salah satu program kegiatan akademik di Jurusan Pendidikan IPS, sebagai realisasi dari tuntutan tujuan pendidikan nasional dan Tri Darma Peguruan tinggi khususnya dalam bidang pengajaran dan penelitian.  Subyek kajian program praktek lapangan berhubungan dengan identifikasi, analisa, interpretasi, distribusi keruangan dari fenomena sosial di masyarakat.  Banyak konsep atau  teori dalam mengkaji tentang fenomena tersebut  yang tidak dapat di pahami hanya dengan pembelajaran di kelas saja tanpa melakukan observasi dan pengukuran langsung di lapangan, misalnya menghitung debit air, mengkaji gelombang, mengukur salinitas, muatan sedimen, dan melakukan wawancara ke masyarakat dan  lain sebagainya. Sehingga di perlukan adanya kegiatan praktikum  lapangan  yang di harapkan dengan kegiatan ini mahasiswa lebih memahami dan dapat mengaplikasikan berbagai teori yang telah di dapat di kelas.

Adapaun tempat dan waktu pelaksanaan praktikum IPS Terpadu ini dilaksanakan di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dilaksanakan mulai tanggal 13 Agustus sampai dengan 16 Agustus 2017, dalam penentuan waktu dan tempat praktikum ini banyak faktor yang menjadi pertimbangan, diantaranya faktor kterjangkauan, kesesuaian dengan bidang studi yang dipelajari di kelas, faktor keamanan dan masih banyak lainnya, melihat desa nglanggeran ini termasuk desa yang berbasis ekowisata dimana masyarakat sekitar lah yang berperan aktif untuk menunjang kesejahteraannya sendiri.

Tujuan dan manfaat dari praktikum IPS terpadu ini adalah: 1) Membekali mahasiswa baik sebagai calon guru maupun profesi lainnya agar memiliki kemampuan dan analisis dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, 2) memiliki pemahaman komprehensif mengenai materi-materi IPS di lapangan, 3) sebagai ajang untuk mempersiapkan diri dalam pemilihan topik untuk skripsi serta 4) meningkatkan kepekaan terhadap permasalahan-permasalahan sosial di masyarakat. (Admin)

SEJARAH DESA NGLANGGERAN

IMG_0637Menelisik sejarah dari berbagai sumber, keberadaan Desa Nglanggeran bermula pada masa keturunan Ronggowarsito. Sekitar abad ke-17. Indonesia masih dijajah oleh bangsa Belanda. Di setiap daerah banyak terjadi perang untuk membebaskan diri dari tekanan penjajah Belanda. Politik Belanda untuk memecah belah persatuan dan kesatuan sampai masuk di Kerajaan Mataram. Berbagai upaya dilakukan sehingga terjadi suatu deplomasi yang tertuang dalam perjanjian Gianti Kerajaan Mataram terbagi menjadi 2, yaitu Kasunan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pada waktu itu anak dari Ronggowarsito yang bernama Manguntirto sudah cukup besar dan melakukan perlawan dengan Belanda. Saudara Manguntirto yang bernama Sojoyo menjadi Bupati Gantiwarna Klaten.Srategi yang dilakukan  Manguntirto dalam melawan Belanda yaitu mengunakan topeng/cadar sehingga tidak dikenal oleh Belanda dan tiap kali membunuh beberapa tentara Belanda dia lari ke calah2/goa  bebatuan yang besar yang jauh dari lokasi membunuh.

Persembunyian Manguntirto tidak pernah ditemukan oleh Belanda. Sampai pada kondisi tertentu Manguntirto merasa sudah cukup dalam bersembunyi dan tempat persembunyian ini dibuka menjadi suatu tempat yang dapat di jadikan perkampungan yang diberinama “Pelanggeran”. Karena lokasi yang dijadikan perkampungan banyak orang yang datang dan menetap. Semakin banyaknya yang menetap, keberadaan ini diketahui oleh pihak Keraton Ngayogjokarto, sehingga Manguntirto diangkat menjadi seorang Bekel.

Berjalannya waktu Manguntirto tertarik pada seorang gadis dan dijadikan seorang istri. Dari pernikahannya dikaruniai 1 anak laki-laki yang bernama Sutodipo dan 2 anak perempuan (nama belum diketahui). Tidak tahu kenapa istri Manguntirto menetap di daerah Nglegi bersama 2 orang anak perempuannya. Manguntirto bersama anak laki-laki berada di Planggeran. Saat dewasa Sutodipo memiliki kelebihan dan menjadi Kepala Desa Planggeran yang sangat disegani. Pada masa pemerintahannya nama Desa Pelanggeran dirubah menjadi Desa Nglanggeran. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, kepemimpinan Desa Nglanggeran sudah beberapa kali pergantian Pimpinan, yaitu:

  1. MANGUNTIRTO
  2. SUTODIPO
  3. RANUREJO
  4. HARJO SENTONO
  5. HARJO SUWITO
  6. HARTONO ( tahun 19xx – 2004 )
  7. SENEN (tahun 2004 – 2014 )
  8. SURIMIN, Spd (Penjabat Kepala Desa tahun 2014 – 2015)
  9. SENEN (tahun 2015 – Sekarang)

Ini yang barui didapatkan Tim Penggali sejarah Desa Nglanggeran. Sumber Sejarah Desa Nglanggeran : (Tim Penggali Data/Sejarah) Berdasarkan beberapa Tokoh Masyarakat, Pemerintah Desa) Masih tahap pengkajian dan pemvalidan data. (http://nglanggeran-patuk.desa.id/index.php/first/artikel/57)

GALERI FOTO PRAKTIKUM IPS TERPADU 2017 (GUNUNG KIDUL, DIY, 13-16/08/2017)
Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *